Jakarta – (16/6) Acting Director for the South and South East Team – Australian Government Department of Education and Training, Dijana Morkovic; Counsellor for Education and Science, Kedutaan Besar Australia untuk Indonesia, Astrida Upitis; dan Deputy Director for Education and Science, Kedutaan Besar Australia untuk Indonesia, Claudina Milawati bertandang secara khusus ke Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi (Kemristekdikti) untuk bertemu dengan Sekretaris Jenderal (Sesjen) Prof. Ainun Na’im yang didampingi oleh Nada Marsudi (Kepala Biro Kerja Sama dan Komunikasi Publik Kemristekdikti). Kunjungan ini bertujuan untuk mengeksplorasi potensi kerja sama bilateral Indonesia-Australia khususnya dalam bidang pendidikan tinggi dan riset.

. Ainun Na’im menjelaskan kerja sama bilateral dengan Australia yang diperlukan dalam student mobility, joint research, mobility of researchers and lectures, yaitu mencakup kegiatan melalui skema beasiswa, hibah penelitian dari Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) serta kerja sama antar Universitas dengan skema terpisah. Berbagai institusi Australia sudah melaksanakan kunjungan ke Kemristekdikti dengan menawarkan berbagai bentuk kerja sama seperti kunjungan Australia-Indonesia Centre (AIC), Australian Awards Indonesia, Melbourne University, dan Nobel Laureatte. “Berbagai program yang ditawarkan oleh pihak Australia tersebut harus dapat diintegrasikan menjadi suatu program implementasi yang terkoordinasikan dengan baik,” ujar Sesjen seraya menyampaikan ketertarikannya terhadap kerja sama ini.

Dalam kunjungan singkat tersebut, Morkovic menyampaikan bahwa kerja sama pendidikan tinggi dan riset dapat mendukung kegiatan Free Trade Agreement (FTA) dalam kerangka kerja sama multilateral. Lebih lanjut Morkovic menyampaikan bahwa faktor pendidikan dapat mempengaruhi arus perdagangan bebas. Selain Kemristekdikti, diperlukan dukungan dari kementerian/lembaga terkait, seperti Kementerian Koordinator dalam bidang Ekonomi dan Kementerian Perdagangan.

Pertemuan di Gedung D Kemristekdikti itu juga membahas mengenai rencana pelaksanaan Joint Working Group (JWG) Indonesia-Australia on Science, Technology, and Higher Education yang disepakati untuk dilaksanakan pada awal November 2016 di Australia. Dalam JWG tersebut akan dibahas beberapa hal, seperti: MoU RI-Australia on Research, Innovation, and Higher Education; Vocational Learning; Science Technology Park; dan Leadership Courses.

Menanggapi inisiasi Sesjen untuk membentuk sebuah forum rektor dari 17 universitas di Indonesia dan 4 universitas di Australia, Upitis menyampaikan bahwa itu akan menjadi momentum yang baik apabila rektor tersebut dapat hadir dalam pertemuan JWG di bulan November 2016.

Pada akhir pertemuan tersebut, Nada Marsudi menambahkan untuk membentuk steering committee. Pembentukan steering committee tersebut disesuaikan dengan tema yang disepakati oleh kedua pihak seperti steering committee dalam bidang energi, maritim, dan governance. Nada Marsudi juga menyampaikan bahwa keterlibatan LPDP dan Dana Ilmu Pengetahuan Indonesia (DIPI) dalam pertemuan JWG November nanti akan sangat penting untuk mengintegrasikan program kolaborasi pendanaan kerja sama Indonesia-Australia.